MENJELAJAH RUANG TERBUKA

Menghabiskan waktu di ruang terbuka sering menjadi pilihan aktivitas keluarga kecil kami. Setiap minggu, kami pasti selalu mengajak Kira pergi ke taman sekitar Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Dan hampir setiap hari, kalau cuaca memungkinkan,  Kira juga bermain di taman dekat rumah. Bahkan saat bulan puasa lalu, kami juga sempat jalan-jalan sekaligus berbuka puasa sambil piknik di taman dekat rumah. Apalagi anak kami ini memang sangat aktif dan suka sekali mengeksplorasi sekitarnya. Jadi bermain di dalam rumah seharian akan membuat Kira cepat sekali bosan.

Untungnya, ada beberapa pilihan taman yang cukup nyaman di dekat tempat tinggal kami. Namun meski begitu, kami juga semangat lho kalau piknik ke taman yang agak jauh. Akhir pekan lalu, kami piknik ke Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, bersama orang tua dan saudara-saudara. Perjalanan ke sana dari Jakarta ternyata cukup lama. Awalnya saya prediksi hanya sekitar dua jam, eh ternyata hampir empat jam. Untungnya panjangnya perjalanan itu terbayar setelah melihat hamparan rumput luas dan bersih dengan pepohonan rimbun di sekitarnya. Tiga keponakan saya pun langsung melakukan adegan berguling-guling di bukit. :D
life-go-outdoor-4

life-go-outdoor-6
life-go-outdoor-5

 

Kira juga senang sekali. Ia nggak berhenti lari, lompat, memegang apapun yang menarik perhatiannya. Selama ini setiap bermain ke tempat terbuka, dia memang suka mengumpulkan “cinderamata”. Mulai dari ranting, daun kering, batu dan bunga.

Setelah itu kami mengobrol santai dengan keluarga, sementara Kira bermain dengan sepupu-sepupunya. Saya juga membawa keranjang piknik dari online local home and decor store2madison. Keranjang piknik ini kami beri sedikit sentuhan warna terang supaya lebih berbeda. caranya pun gampang. Hanya perlu tali berwarna, lem UHU atau super glue dan gunting. Lalu lilit tali tersebut pada bagian handle-nya.

life-go-outdoor-2madison-basket-1

 

 
life-go-outdoor-2madison-basket-2Esoknya, pagi hingga siang hari saya diisi dengan tiga perempuan, Miranti, Dian dari Kemala Home Living dan Maesy dari blog The Dusty Sneakers yang baru saja merilis buku. Acara brunch yang harusnya berakhir jam 12 siang itu molor hingga jam 1 karena kami keasikan ngobrol. Terimakasih banyak Dian dan Maesy.

Sorenya saya dan suami mengajak Kira kembali beraktivitas di luar. Kali ini lokasinya di Tanah Tingal, nggak jauh dari rumah kami. Kebetulan saat itu Tanah Tingal sedang ada acara musik dan beberapa teman kami juga datang ke sana.
life-go-outdoor-8 life-go-outdoor-9

 

Saya dan suami lahir dan tumbuh di luar Jawa. Saya besar di Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara, sementara suami di Kalimantan Timur. Saat kecil, kami terbiasa menghabiskan waktu di luar rumah. Naik sepeda, main petak umpet, memanjat pohon hingga menjelajah di sekitar daerah kami tinggal. Kalau kami masih tinggal di Jakarta hingga sepuluh tahun ke depan, mungkin Kira nggak akan bisa mengalami masa kecil yang mirip dengan yang kami alami. Tapi kami berusaha supaya Kira tetap senang main di luar rumah meski tinggal di kota.

Sayangnya, banyak taman kota yang meski sudah terjaga kebersihannya, kurang memperhatikan fasilitas anak-anak. Sebagian permainan seperti ayunan atau perosotan, termasuk taman di Bintaro Jaya, kondisinya sudah rusak. Jadi kurang aman dimainkan anak-anak. Padahal taman-taman ini banyak dikunjungi warga. Mudah-mudahan tahun depan pengelola taman juga memelihara fasilitas taman lebih baik lagi.

Meluangkan waktu untuk bermain atau sekadar berjalan santai di taman sebenarnya nggak hanya baik untuk anak saja, tapi diri sendiri. Apalagi kalau sedang penat dengan pekerjaan atau saat sedang butuh ide segar. Bagi saya, tidak semua ide itu bisa dipaksakan muncul dengan cara menghabiskan waktu berjam-jam mencari referensi di internet. Ide itu juga bisa muncul saat kita jalan santai atau membiarkan diri kita nggak menelan informasi apapun. Biasanya dengan kondisi yang rileks, otak kita juga lebih mudah untuk memproses apa saja yang sudah kita lihat dan alami selama ini. Akhirnya nggak hanya Kira yang senang, tapi saya juga. So, everybody had a good time. So, let’s go outside and breathe the fresh air. :)

 

 


Simple, functional, modern, in love with details. Nike menghabiskan masa kecilnya di Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara, membuatnya merasa berbeda sejak kembali tinggal di Jakarta dan suka menikmati tempat baru. Mulai blogging sejak tahun 2000, bahkan ketika istilah blog belum ada. Ketertarikannya akan dunia media dan kreatif sudah ada sejak masih sekolah. Sebelum menjalankan Living Loving, Nike bekerja selama 7,5 tahun di industri media, kreatif dan digital. Kamu bisa melihat dan menyapanya juga di Instagram (@nikeprima) dan nike (at) livingloving (dot) net

RELATED POST

So, what do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

INSTAGRAM
KNOW US BETTER